Tuesday, May 31, 2011

Kenapa harus bisa mengelola uang?

Teman-teman pembaca yang budiman, dibawah ini aku ingin menceritakan kisah nyataku dalam perjalanan hidupku, dan tidak ada yang aku buat-buat. semoga kalian bisa bercermin dan tidak terjun pada masalah yang sama sepertiku, buatlah pengalamanku ini sebagai ilustrasimu untuk menjalahi kehidupan ini, terutama masalah mengelola KEUANGAN KELUARGA.

Silahkan disimak ya .......
Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara aku tingaal di desa persisir dengan kemampuan ekonomi keluarga yang pas-pasan, tapi aku tetap bahagia kok. yang ingin kuceritakan adalah kisah hidupku yang kalau dibilang susah ya susah banget's.
Di pertengahan tahun 1999 aku masih kelas 3 SMA, waktu itu aku punya cita-cita untuk menjadi seorang petani yang moderen dan bertekad untuk kuliah dijurusan pertanian dan berambisi memngembangkan agro industri, karena aku menyadari kalau ditahun-tahun kedepan ini pastilah kita akan kesulitan pangan, karena kebanyakan daerah pertanian kita sudah beralih fungsi menjadi lahan perumahan ataupun industri, dengan keyakinan yang tinggi aku selalu mempelajari tehnik-tehnik bertani dan membaca buku tentang pertanian, pada penghujung tahun kelulusan, ketika aku ingin mencari perguruan tinggi aku terbentur masalah ekonomi, karena orang tuaku bukanlah orang yang mampu secara ekonomi, syukur-syukur aku sudah disekolahkan sampai tamat SMA, setelah tamat aku langsung merenung dan harus memilih antara cita-cita atau mencari perguruan tinggi yang mengajarkan skil (keahlian) siap pakai, akhirnya aku memilih sebuah keputusan yang menurutku itu yang terbaik. kemudian aku memutuskan untuk mengubur dalam-dalam mimpiku itu, dan kuliah pada sebuah institusi pendidikan yang menjurus tentang tehnik engineering komputer. kenapa aku milih jurusan ini? karena saat itu di tahun 2000 tidak banyak yang tahu tentang dunia komputer degan harapan aku akan cepat mendapat pekerjaan jika tamat nanti.
Bagaimatapun dinia komputer bagiku adalah dunia yang sangat baru karena aku sewatku SMA sama sekali tidak pernah memegang komputer apalagi mengoperasikannya, maklum ga ada dana buat kursus hehehehhee.....
setahun aku kuliah (D1) aku tamat dah aku sangat bersyukur diterima disebuah perusahaan swasta yang bergerak menangani maintenance komputer dengan gaji Rp.250.000 di tahun 2001. bagiku gaji sebesar itu sangatlah banyak, dah aku merasa bangga sekali, nah saat inilah penderitaanku dimulai...
Kenapa ? karena aku tidak bisa dan belum mengerti mengelola UANG.

coba anda bayangkan gaji sebesar Rp.250.000,- sudah berani mengambil credit sebesar Rp.1.000.000,- dah dengan keyakinan tinggi bisa membayar sebesar Rp.100.000,- ditambah bunganya 3% per bulan. coba bayangkan gaji sebesar Rp.250.000,- dikurangi Rp.130.000,- sisanya cuman Rp.120.000,- mana cukup buat hidup sebulan di kota denpasar. lagi-lagi aku minta uang saku ama orang tua.

setelah setahun berlalu malah orang tuaku yang membayar semua utang yang aku buat sendiri dan aku tetap hidup dalam kekurangan. BODOHNYA, aku belum menyadari, ternyata tetap saja aku besar kepala dan menganggap diriku sangat pintar. lalu aku ketemu teman dan menawarkanku sebuah bisnis yang menggiurkan dengan kalkulasi diatas kerta dalam 4 bulan saja aku bisa untung besar bahkan bisa melebihi investasi yang aku keluarkan, setelah aku pelajari sesuai teori yang mereka berikan ternyata masuk akal juga, lalu tanpa mendengar saran dari orang tuaku dan saran dari keluargaku aku langsung minta sertifikat tanah untuk dipakai jaminan di bank dengan total pinjaman Rp.6.000.000,- dengan bunga 3% menurun.
waktu itu aku sangat yakin kalau sebentar lagi aku akan menjadi orang kaya heheheheh yakin 100% dan bagi yang tidak ikut akan menyesal. (gumamku)

setelah bulan pertama lewat belum juga aku mampu menawarkan bisnisku kepada orang lain, tetapi cicilanku harus dibayar plus bunganya 3% nah loooo... dimana nyari duit? sedangkan aku aja waktu itu baru mendapat kenaikan gaji cuman tidak terlalu banyak. saat itu gajiku baru Rp. 400.000,- coba anda bayangkan.... mampus ga aku? aku cumen bisa membayarkan 3 bulan saja dan selanjutnya aku nggak bayar akhirnya orang tuaku mengikuti arisan senilai Rp.5.000.000,- dan mengambil giliran pertama untuk mendapatkannya dengan konsekwensi dipotong paling besar, akhirnya dengan berani memotong arisan itu sebanyak Rp.1.000.000,- ortuku yang dapet dan langsung membayarkannya ke Bank (gali lobang tutup lobang sayangnya lobannya nambah terusssss)
dengan melunasi utang sebesar Rp.4.000.000,- akhirnya masih sisa sedikit lagi.

Aku kira penderitaanku sudah berakhir, dan aku belum juga menyadari KEBODOHANKU, akhirnya aku punya ide yang baru untuk membuka usaha bersama teman-teman yang memiliki visi yang sama. dengan meminjam uang sebanyak Rp.8.000.000,- aku memberanikan diri membuka usaha bersama teman-temanku, dan kita urunan masing-masing Rp.6.000.000,- dan sisa Rp.2.000.000,- diatas kugunakan untuk menutup hutangku yang sebelumnya. akhirnya sekarang aku total meiliki utang Rp.8.000.000,- (tambah bersar dari sebelumnya). Periode ini sebenarnya paling mengerikan, karenan dari bulan pertama aku nggak bisa membayar hutang-hutangku, dan orang tuaku sudah sangat stress memikirkanku, akhirnya sampai bulan yang ke 6 pihak bank sampai datang ke rumahku buat nagih pembayaran, itu memang tugas debt collectornya tapi aku memang nggak punya uang. akhirnya aku menyerahkan masalah ini kepada orang tuaku, jahat ga aku ? ih.... jahat banget kan? sungguh aku anak yang jahat sekali, akhirnya aku meminta orang tuaku menjual tanah warisan agar semua hutang-hutangku bisa dilunasi dan aku bisa memiliki uang yang lebih banyak untuk modal usaha. tetapi sampai beberapa bulan tanahku nggak ada yang mau beli, kalaupun ada harganya sangat murah, akhirnya aku stress juga , ortuku juga stress dan hancur banget perasaanku waktu itu, sunguh beruntung bagiku punya kakak sepupu yang mau meminjamkan uang tabungannya dan melunasi 90% dari utang-utangku, akhirnya aku baru bisa lega, walaupun hutangku masih ada, tetapi setidaknya aku nggak bayar bunga yang banyak, sepupuku ini tidak minta imbalan apa-apa lagi, aku dikasi minjam tanpa batas waktu dan cuma-cuma lagi.

dan dampak psikologis dari kejadian diatas masih aku rasakan sampai sekarang, tetapi aku ambil hikmah positifnya aja, agar kedepan nya aku mesti berhati-hati untuk mengelola Uang. yang namanya uang sangatlah licin, kita tidak bisa menyimpan terlalu lama tetapi kita juga harus memilikinya sampai kapanpun. KESIMPULANNYA KEMAMPUAN UNTUK MENGELOLA UANG ITU HARUS BETUL DIKUASAI DAN DITERAPKAN, KALAU TIDAK MAKA SIAP-SIAPLAH UNTUK MENJADI BUDAK UANG.

No comments: